Home / Berita Indonesia / Kenapa Kelompok ISIS Tak Berkembang di Indonesia ?

Kenapa Kelompok ISIS Tak Berkembang di Indonesia ?

ISIS diyakini sulit berkembang di Indonesia, Apa Alasannya? Nasir Abbas alias Khaeruddin, mantan Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI), menjelaskan bahwa ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) berbeda dengan organisasi pimpinan Osama Bin Laden, Al-Qaeda. Katanya, saat Al-Qaeda digempur oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutu, Osama Bin Laden memerintahkan untuk melakukan serangan balasan terhadap aksi Negeri Paman Sam dan sekutunya itu.

“Walaupun terjadi penyerangan terhadap pasukan ISIS di sana (Irak dan Suriah) dari Amerika dan aliansinya, mereka tidak secara agresif untuk menyerang balik di mana-mana. Beda pada waktu dahulu Osama Bin Laden menyerukan untuk membalas aksi Amerika dan sekutunya di mana saja,” kata Nasir saat ditemui di monumen bom Bali, Ground Zero, Legian, Kuta, Bali, Minggu (12/10).

Awal ISIS masuk ke Indonesia

Dia melanjutkan, bahwa kelompok ekstrim itu lebih memilih untuk menyebarkan propaganda secara diam-diam, tanpa melakukan aksi balas dendam. Awal ISIS masuk ke Indonesia, mereka lebih kepada ikut-ikutan belaka.

“Di awal itu mereka seperti bentuk euforia. Sehingga banyak sekali orang yang berfoto-foto ikut jadi anggota ISIS,” tuturnya.

Bahkan, di mana-mana terdapat bendera ISIS, termasuk pada coret-coretan di tembok. “Tapi ketika pihak aparat bertindak tegas soal itu, mereka berdiam diri. Sebenarnya kebanyakan mereka ini tidak mengerti dan hanya segelintir kecil saja. Mari kita lihat di Suriah sekarang,” ajak dia.

Menurutnya, ada segelintir orang Indonesia yang berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan khilafah Islamiyah tersebut. Mereka yang pergi rata-rata yang pernah masuk dalam jaringan kelompok organisasi radikal.

“Kalau mengikuti data kepolisian hanya segelintir saja, sekitar 50-an orang,” papar Nasir.

Sesampainya di Suriah, mereka mendapati rasa kecewa melihat konflik sosial di sana. Sebab, ternyata mereka melakukan pertempuran antar sesama umat Islam. Bahkan berperang sesama muslim hanya karena beda nama kelompok.

“Bahkan ada peperangan sesama kaum Sunni. Belum lagi masalah pengkafiran dan boleh membunuh Muslim lain hanya karena tak sejalan dengan Abu Bakar Baghdadi,” papar Nasir.

Hal inilah yang menurutnya perlu dijelaskan kepada masyarakat bahwa perjuangan ISIS di sana bukanlah perjuangan atas nama Islam yang benar. Sehingga kelompok radikal tidak makin membesar di Indonesia.  (al/meredeka.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ahok Jadi Tersangka, MUI Pihaknya Tidak Ikut-ikut, Arifin Ilham Tidak ada Aksi Lagi

MusliModerat.net Tidak puas dengan status tersangka atas calon gubernur DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)Gerakan ...