Kekejaman ISIS: ISIS Buka Klinik Bisnis Organ Tubuh Manusia

Kekejaman ISIS: ISIS Buka Klinik Bisnis Organ Tubuh Manusia di Mosul – Irak

Mereka yang jadi korban kekejaman ISIS terdiri dari berbagai komunitas agama dan etnis yang berbeda, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, Kristen dan lain-lain.

Islam-institute.com, IRAQ – Kelompok ekstrimis ISIS telah membuka klinik bisnis di kota Mosul Irak utara, untuk memperdagangan organ tubuh manusia, demikian kata Juru bicara Partai Demokrat Kurdistan (KDP) di Mosul.

“Para teroris membuka klinik ini sejak 13 Juli 2015. Mereka menamakannya klinik itu mantan pemimpin Irak Saddam Hussein. Operasinya dilakukan oleh dokter ISIS. Banyak pria dari masyarakat setempat yang diambil organ tubuhnya lalu menjualnya kepada klien kaya, “kantor berita Rusia Sputnik mengutip Saeed Mamuzini mengatakan pada hari Jumat (18/9/15).

Pejabat PPK di Mosul, mengatakan pengangguran dan kemiskinan merajalela di kota yang dikuasai Takfiri, memaksa warga menjual organ tubuhnya demi uang sehingga mereka bisa bertahan hidup.

“Sebagian besar penduduk di Mosul miskin. Banyak warga terpaksa menjual organ tubuh mereka untuk tidak mati kelaparan, “katanya.

Mamuzini menambahkan bahwa kelompok teroris memenjarakan warga dalam upaya untuk memaksa mereka menjual organnya.

“Para tawanan dipenjarakan dan diancam akan dibunuh, atau mereka dijanjikan akan dilepas dengan ditukar organ tertentu. Militan membeli organ hingga empat juta dinar (sekitar $ 3.500) namun mereka menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, “katanya, menambahkan,” Kami juga tahu bahwa militan ISIS telah mengirim organ ke Suriah.”

Menurut Mamuzini, sebagian besar penduduk Mosul telah meninggalkan kota yang dilanda ketakutan sejak teroris ISIS mengambil kendali kota itu sejak Juni 2014.

“Sebelum ada ISIS sekitar empat juta orang tinggal di Mosul. Tapi setelah kota itu direbut oleh teroris, banyak warganya melarikan diri. Akibatnya, saat ini tidak lebih dari satu juta orang yang tinggal di kota tersebut “katanya.

Kelompok ekstrim teroris ISIS, dengan anggotanya dari beberapa negara-negara Barat, aktif beroperasi di Irak, Suriah dan Libya selama beberapa tahun terakhir. Mereka dikenal dengan aksi terornya, bahkan kekejaman ISIS terhadap warga sipil telah membuat ketakutan warga sehingga jutaan orang di antara mereka lari menyelamatkan diri meninggalkan Mosul.

Mereka yang jadi korban kekejaman ISIS terdiri dari berbagai komunitas agama dan etnis yang berbeda, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, Kristen dan lain-lain. (al/SFA/PTV)

You might like

About the Author: admin

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.