Berita Terkini

Francois Hollande Kini Bilang Presiden Assad Bukan Musuh

Presiden Prancis, Francois Hollande Kini Bilang Presiden Assad Bukan Musuh, ISIS Musuh Kami

 

Berbicara dalam kongres parlemen Prancis, Francois Hollande, yang absen dalam KTT G20 di Turki karena serangan teroris ISIS di Paris, mengatakan ia akan melakukan perjalanan ke Washington dan Moskow dalam usaha untuk ‘bergabung’ melawan terorisme. Prancis selama ini sudah melakukan operasi militer di Suriah bersama AS tetapi tidak membawa hasil bagi perbaikan keadaan di Suriah. Justru kehadiran Prancis bersama koalisi AS dinilai membawa kerugian bagi tentara Suriah dan rakyat Suriah dan memperkokoh eksistensi teroris ISIS.

 

 

Presiden Prancis, Francois Hollande Kini Bilang Presiden Assad Bukan Musuh, ISIS Musuh Kami.

Islam-Institute, PARIS – Prancis adalah salah satu negara yang selama ini terkenal-ikut-ikutan membenci presiden Assad, menginginkan presiden Assad tumbang. Akan tetapi, kini Francois Hollande, Presiden Prancis itu, mengeluarkan sebuah pernyataan sebaliknya dalam sebuah pertemuan penting parlemen Prancis, Senin (16/11) kemarin.

“Di Suriah, kami mencari solusi politik untuk masalah ini, dan itu bukanlah Bashar al-Assad. Musuh kami di Suriah adalah ISIS,” ungkap Presiden Prancis tersebut.

Pernyataan Hollande ini menunjukkan kontradiksi dengan berbagai pernyataan sebelumnya di mana negara itu dengan jelas selalu menyatakan dukungan kepada pemberontak ‘moderat’ Suriah yang ingin menjatuhkan Presiden Assad. Prancis telah lama menyatakan bahwa presiden Assad bertanggung jawab atas perang di Suriah. Sama seperti Amerika Serikat dan sekutunya, Prancis tidak menghendaki presiden Assad memiliki masa depan untuk jadi pemimpin di Suriah.

Prancis kini setelah peristiwa serangan mematikan di Paris, Francois Hollande menyatakan bahwa Prancis akan mengintensifkan partisipasinya dalam koalisi Suriah untuk memerangi teroris ISIS.

“Prancis akan mengintensifkan operasi di Suriah.… Kami akan terus menyerang (sasaran teroris) dalam beberapa minggu mendatang,” kata presiden Prancis tersebut.

Francois Hollande menyatakan dalam pertemuan tersebut bahwa ia akan menemui rekan sejawatnya, yaitu Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden AS, Barrack Obama dalam beberapa hari ke depan demi membahas isu kontra-terorisme.

Berbicara dalam kongres parlemen Prancis, Francois Hollande, yang absen dalam KTT G20 di Turki karena serangan teroris ISIS di Paris, mengatakan ia akan melakukan perjalanan ke Washington dan Moskow dalam usaha untuk ‘bergabung’ melawan terorisme. Prancis selama ini sudah melakukan operasi militer di Suriah bersama AS tetapi tidak membawa hasil bagi perbaikan keadaan di Suriah. Justru kehadiran Prancis bersama koalisi AS dinilai membawa kerugian bagi tentara Suriah dan rakyat Suriah dan memperkokoh eksistensi teroris ISIS.

Akan tetapi sejak 31 September, kehadiran Rusia di Suriah dalam memerangi ISIS benar-benar membawa kesuksesan gemilang, sehingga terusirnya anggota kelompok ISIS dari beberapa wilyah Suriah. Kekalahan demi kekalahan yang dialami ISIS membuat mereka ngamuk membabi buta. Pada hari Jum’at tanggal 13 November, terjadi serangkaian serangan teror bom dan penembakan membabi buta di Paris, prancis, menewaskan 150 orang. Presiden Francois Hollande menyatakan serangan itu dilakukan ISIS dan menganggapnya sebagai sebuah ajakan perang. (AL/ARN)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *