Berita Arab Saudi

Arab Saudi Potong Gaji dan Bonus Para Menteri

Arab Saudi Potong Gaji, RIYADH  – Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan serangkaian pemotongan gaji dan bonus bagi para menteri. Aksi Arab Saudi potong gaji dan bonus para menterinya menjadi hal aneh mengingat kekayaan yang melimpah pemerintah saudi.

Akan tetapi ternyata alasan Arab Saudi potong gaji dan bonus menter, bahwa kerajaan Saudi saat ini tengah berjuang untuk mengatasi krisis keuangan. Akibat merosotnya harga minyak dan meningkatnya pengeluaran militer. Keputusan itu dibuat melalui perintah kerajaan yang dirilis pada Ahad, oleh Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Arab.

 

Arab Saudi potong gaji dan bonus

 

Defisit Anggaran, Arab Saudi Potong Gaji dan Bonus Para Menteri

Televisi al- Ekhbariya yang dikelola negara pada hari Senin (26/09) menunjukkan rekaman dari sejumlah menteri dan bangsawan kerajaan. Termasuk Raja Salman. Di mana kemudian daftar pemotongan yang meliputi berbagai kelas dalam pelayanan sipil itu dibacakan oleh salah satu pejabat di sana.

“Kabinet telah memutuskan untuk menghentikan dan membatalkan beberapa bonus dan keuntungan finansial,” demikian bunyi baris teks di TV.

Terkait masalah Arab Saudi potong gaji dan bonus para menteri, sebuah laporan pada saluran televisi tersebut menyiarkan dekrit kerajaan. Yang menguraikan rincian lebih lanjut dari pemotongan tersebut. Termasuk pemotongan gaji menteri ‘sebesar 20 persen dan untuk anggota Dewan Syura yang ditunjuk sebesar 15 persen.

Arab Saudi, yang dulu dikenal untuk belanja publik mewah, telah diguncang krisis akibat harga minyak yang rendah. Dan telah mengeluarkan secara jor-joran dana operasi militer ke  negara tetangganya Yaman. Arab saudi telah menghamburkan untuk amnusi senjata maupun rudal-rudalnya yang sangat mahal.

Kenapa Arab Saudi potong gaji dan bonus para pejabanya, alasannya bisa dibilang karena bangkrut. Arab Saudi menghabiskan miliaran dolar untuk membeli senjata dari sekutu Barat-nya untuk terus melaksanakan kampanye serangan udara terhadap Yaman. Agresi militer Saudi tidak memiliki mandat apa pun dari PBB dan telah menewaskan lebih dari 10.000 penduduk Yaman.

Masyarakat pekerja asing Arab Saudi juga telah merasakan dampak dari defisit anggaran kerajaan ini. Dengan laporan yang menunjukkan bahwa banyak pekerja tetap tidak dibayar selama berbulan-bulan. Dan perusahaan-perusahaan besar tidak memiliki pilihan selain memecat para pekerja asing mereka. Juga aksi Arab Saudi potong gaji dan bonus para pejabatnya menggambarkan bagaimana keadaan ekonomis Saudi saat ini.

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close